Sabtu, 10 Januari 2009

Penurunan Tarif Listrik Tinggal Tunggu Waktu

Jakarta - Rencana pemerintah memberikan stimulus ekonomi melalui mekanisme penurunan tarif dasar listrik (TDL) nampaknya hanya tinggal menunggu waktu saja. Hingga kini pemerintah telah membahasnya di tingkat departemen teknis yaitu Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam skema awalnya, kemungkinan besar pemerintah akan fokus pada penurunan tarif multiguna atau Daya Max yang selama ini dibebankan oleh dunia usaha karena menyangkut dengan stimulus yang terkait langsung dengan sektor industri.

"Saat ini sedang di-exercise," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Sabtu malam, (10/1/2009).

Sementara itu pihak PT PLN (persero) selaku eksekutor, akan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah terkait rencana kebijakan perubahan tarif TDL tersebut.

"Karena ini kebijakan Pemerintah, sebaiknya yang jelaskan pemerintah saja," kata Direktur Jawa-Bali PT PLN (Persero) Murtaqi Syamsuddin saat dihubungi terpisah.

Seperti diketahui mengenai kebijakan perubahan harga TDL selama ini pemerintah harus melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan DPR, meskipun tidak harus menunggu keputusan DPR karena dalam APBN, diatur ketentuan kalau pemerintah boleh mengambil kebijakan tertentu untuk menyelamatkan APBN.

Kajian penurunan TDL merupakan rumusan dari audit sektor yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya menghadapi krisis.

Dalam audit sektor yang dibahas dalam rapat menko perekonomian beberapa waktu lalu, disimpulkan bahwa masalah biaya produksi dari beban listrik menjadi momok semua sektor usaha termasuk adanya penerapan tarif listrik multiguna. Rapat tersebut mengungkapkan kalangan dunia usaha lebih banyak menginginkan stimulus dalam bentuk pemangkasan TDL.

Rencananya pada hari Senin besok (12/1/2009) pemerintah akan mengumumkan paket kebijakan ekonomi 2009 khususnya yang terkait program stimulus ekonomi yang kemungkinan besar sekaligus pengumuman penurunan harga BBM, termasuk rencana penurunan TDL.

Kamis, 13 November 2008

TIJA Akan Cek Kabar Monster Air di Pantai Ancol

Jakarta - Pantai Ancol, Jakarta Utara diserang kabar adanya monster air. Pengelola TIJA - Taman Impian Jaya Ancol (PT Pembangunan Jaya Ancol) mengaku heran sebab baru tahu kabar seram tersebut. Ancol akan mengecek kebenarannya.

"Terus terang kita belum mendengar ini. Nanti akan kita cek dulu," ujar Humas PT Pembangunan Jaya Ancol, Sofia Cakti kepada detikcom, Kamis (13/11/2008).

Menurut Sofia, Pantai Ancol aman-aman saja. Bahkan para nelayan yang hidup di sekitar kawasan Pantai Ancol mendapatkan ikan.

Bahkan, lanjut Sofia, pihak Ancol selalu mengecek rutin kadar air kawasan Pantai Timur Ancol. "Makanya kita heran adanya kabar itu," kata Sofia.

Kabar monster di Ancol beredar di internet. Kabar ini muncul di YouTube dengan title Waspada Ancol! Ada Monster Air. Di video itu terlihat sang monster merayah ikan segar yang dilemparkan ke dalam air hingga cuma tinggal tulang.

Monster Ancol Beredar di Internet

Jakarta - Anda suka berwisata ke pantai Ancol? Ada kabar menyeramkan soal Ancol yang kini beredar di internet. Di pantai Ancol, ada monster! Monster ini sangat suka daging segar. Hiiii!

Kabar soal monster di Ancol ini diposting di Youtube, Rabu (12/11/2008) kemarin. Video tersebut diberi judul "Waspada Ancol! Ada Monster Air!" Film dibuka dengan tulisan "Bocah Petualang Production".

Dalam video tersebut, terlihat seekor ikan dilemparkan ke dalam air. Tidak lama kemudian, ikan tersebut langsung jadi rayahan ribuan binatang-binatang kecil. Binatang itu berwarna putih dan berbentuk bulat.

Menurut para nelayan lokal, si monster dinamai kutu air. Meski namanya tidak seram, kutu air, tapi yang dilakukan monster ini sungguh menakutkan, mereka langsung melahap bangkai ikan hingga cuma tinggal tulang.

Seram! Bayangkan, bila kaki atau tangan pengunjung Ancol masuk air dan tiba-tiba dikerubuti monster tersebut, betapa bahayanya.

Kabar seram ini belum diketahui apakah benar-benar fakta atau hanya hoax. Belum pula bisa dipastikan apakah video tersebut diambil di Pantai Ancol atau bukan. Yang pasti video itu dibuat cukup profesional, disertai ilustrasi musik dan tulisan.

Pihak Ancol belum memberikan pernyataan dan meminta diberi waktu.