Jakarta - Ingin menikmati makanan kecil yang menyehatkan sore nanti? Rasanya secangkir teh dan dim sum bisa menjadi pilihan yang tepat. Mau hakau yang gendut berisi udang, siomay yang lembut nan membelai lidah, atau fire ball yang kres kres... crispy abis? Semua dapat dinikmati di kedai dim sum nan sederhana ini.
Sebagai penggemar berat dim sum saya langsung mengiyakan saat diajak untuk menikmati makanan kecil asal Canton ini. Ya 'Oenpao' itulah nama kedai dim sum yang sore itu akan kami sambangi. Menurut teman saya kata 'Oenpao' ini sebenarnya berasal dari nama marga sang pemilik yaitu 'Oen' dan 'Pao' yang berarti bakpau.
Sore itu hujan rintik-rintik saat kami tiba di Fisioterapi Sasana Husada yang berada di Kyai Maja, Jakarta Selatan. Loh kenapa Fisioterapi? Ya, pasalnya si 'Oenpao' ini berlokasi di teras depan Fisioterapi Sasana Husada (seberang RSPP).
Nuansa Oenpao didominasi oleh perpaduan warna hitam dan merah cerah khas oriental. Di sisi kanan sebelum pintu masuk Fisioterapi, terdapat counter kasir dan pemesanan take away. Sedangkan di sisi lain terdapat tempat duduk yang terdiri dari sebuah meja kayu sederhana namun cukup apik. Tak ketinggalan botol-botol berisi sambal, kecap manis dan kecap asin menjadi pelengkap setiap meja.
Tak lama seorang pelayan dengan ramah menyapa dan menyodorkan selembar menu. Rupanya tak hanya berbagai jenis dim sum saja yang ditawarkan, melainkan ada nasi hainan, mi bebek ala Singapore, dan aneka bubur. Untuk dim sum sendiri harganya rata-rata Rp 11.000,00 hingga Rp 12.000,00 per porsi.
Meskipun tak begitu banyak jenisnya, namun Dim sum yang cukup populer seperti hakau, siomay, ceker, pangsit udang mayonaise, Hong Kong fire ball, lumpia udang ada dalam daftar menu. Uniknya untuk menu bakpao ada mini pao dan mini sandwich pao. Mini pao ini isinya rata-rata manis seperti lotus seed, kacang merah, pandan, dll. Sedangkan Mini Sandwich Pao berisi versi asin seperti smoked beef & cheese atau ayam char siu.
Pilihan kami jatuh pada seporsi hakau dan siomay udang, Hong Kong fire ball, pangsit udang mayonaise, dan mini sandwich dengan isi kombinasi (campuran). Untuk minumnya sengaja kami tidak memesan Chinese Tea seperti biasa, melainkan fresh lychee dan Special Tea gambarnya sudah menggoda kami sejak awal.
Mula-mula disajikan hakau udang, siomay udang, dan mini sandwich pesanan kami. Rupanya dim sum disajikan menggunakan piring putih mungil, bukan dalam wadah bambu seperti biasanya. Setiap porsi berisi tiga buah dim sum yang masih mengepul hangat.
Suapan pertama siomaynya lembut terasa dilidah dengan kejutan berupa dua buah udang utuh yang gendut didalamnya. Sedangkan hakau udang juga tak kalah enaknya. Hakau ini berbalut kulit adonan tepung Hong Kong tipis dan transparan tampak gendut menggoda. Saat menyantapnya semburan air terpercik keluar, rupanya ini ulah si udang yang ada didalamnya. Nyam.. nyam rasanya enak, lembut dan tidak liat!
Har gau atau pangsit udang yang datang kemudian juga tak kami lewatkan. Pangsit berisi cacahan daging, sayuran atau udang ini dibungkus tertutup dengan kulit tipis dari tepung. Pangsit ini mirip dengan fire ball yang juga berisi udang. Meskipun begitu perbedaannya terletak dari bentuknya yang bulat seperti bola dengan pembungkus berupa kepingan pangsit yang renyah.
Sayang rupanya pangsit udangnya tidak ditiriskan dengan baik. Jejak tetesan minyak tertinggal di piring cukup mengganggu kami saat menyantapnya. Meskipun begitu rasanya cukup enak dengan isian udang didalamnya. Apalagi setelah dicocol dengan pendampingnya berupa mayonaise dan sambal botol. Hmm... rasanya makin enak saja!
Mini sandwich sendiri merupakan bakpao yang dibentuk seperti roti mungil. Roti ini diiris bagian tengahnya dan diberi isian smoked chicken & mayonaise, smoked beef & cheese, atau chicken char siu. Meskipun pao nya sendiri empuk, namun sayang chicken char siew terasa agak hambar dengan cacahan ayam dan saus yang kurang nendang di lidah.
Untuk peredam rasa pedas kami pun meneguk segelas fresh leychee dan Special Tea yang segar. O ya, bagi mereka yang belum kenyang bisa memesan seporsi gado-gado atau sate yang terletak disebelah kedai ini. Berhubung saat ini perut sudah kekenyangan, lain kali saya akan kembali untuk mencoba mi bebek dan bubur yang katanya juga wajib dicoba!
Rabu, 18 Februari 2009
Ketagihan Dim Sum Lezat 'Oen'
Diposting oleh HAMDAN ON BLOG di 17.06 0 komentar
Terima Kasih Maldini Buat Interisti
Milan - Di derby della madonnina terakhirnya, Paolo Maldini mendapat kejutan mengharukan saat dapat penghormatan dari fans Inter Milan. Sang defender pun mengungkapkan bangganya dia mendapat perlakuan itu.
Maldini yang berencana pensiun akhir musim ini gagal mengantar Milan meraih kemenangan atas Inter Milan. Lebih dulu tertinggal 0-2, Rossoneri cuma bisa memperkecil kedudukan menjadi 1-2 di akhir laga.
Di tengah kekecewaan karena gagal memetik kemenangan dalam laga derby della madonnina terakhirnya, Maldini mendapat perlakukan khusus dari Interisti. Sebuah spanduk bertuliskan 'Per 20 anni nostro rivale, ma nella vita sempre leale' -- yang artinya kira-kira 'Selama 20 tahun kamu adalah rival, tapi hidup selalu adil' -- dibentangkan oleh sekelompok fans Nerazzurri.
Mendapat hadiah seperti itu, Maldini mengaku sangat terkejut sekaligus bangga. Demikian dituturkan sang ayah, Cesare Maldini, dalam sesi wawancara dengan sebuah stasuin radio setempat.
"Saya terkejut melihat spanduk tersebut dan dedikasi yang diberikan fans Inter," ungkap Maldini senior pada Radio Kiss Kiss seperti diberitakan Goal. "Itu kejutan besar buat Paolo. Dia merasa sangat bangga melihat spanduk tersebut. Itu indah," lanjut mantan pelatih timnas Italia itu.
Laga menghadapi Inter akhir pekan lalu merupakan yang ke-55 buat Maldini. Sepanjang 25 tahun karir profesionalnya bersama Diavolo Rosso, sang kapten total menyumbang 29 gol di semua ajang kompetisi.
Diposting oleh HAMDAN ON BLOG di 16.57 0 komentar
Sabtu, 10 Januari 2009
Ratusan Ribu Massa PKS Tak Bawa Bendera Partai
Jakarta - Setelah kena tegur Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), PKS rupanya lebih berhati-hati dalam aksi untuk Palestina. Dalam aksi mengecam serangan Israel, di Monas, Minggu (11/1/2009) ini, PKS tidak lagi membawa bendera partai.
Massa PKS yang memadati Monas mencapai 350 ribu orang. “Data dari ranting–ranting sudah 350 ribu orang datang”, kata Usman, salah satu panitia dari PKS, kepada detikcom.
Massa mengibar-ibarkan bendera Palestina dan bendera Indonesia. Masa juga mengusung keranda replika mujahid yang tewas berbalut kain sorban. Tidak tampak bendera PKS yang dalam aksi sebelumnya ramai mewarnai aksi PKS untuk Palestina.
Sampai saat ini masa terus berteriak-teriak “one man one dollar to save palestina”, sambil mengepalkan tangan ke atas dan bernyanyi “Indonesia merdeka, Palestina bebaskan, Israel hancurkan ”.
Situasi Monas saat ini masih ramai meskipun orasi sudah selesai. Sebagian masa sudah berjalan meninggalkan Monas menuju bundaran HI. (van/iy)
Diposting oleh HAMDAN ON BLOG di 21.39 0 komentar