Washington - Dua tersangka bernama Daniel Cowart dan Paul Schlesselman ditahan dengan dakwaan merencanakan pembunuhan terhadap bakal calon presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Mereka mengaku ingin membantai masyarakat kulit hitam, termasuk Obama.
Seperti umumnya pemuda Amerika, dua pria berpaham rasis itu jadi anggota situs jejaring sosial, yakni di MySpace. Sedikit banyak, profil di MySpace itu mengungkap seperti apa diri mereka.
Dan ternyata, profil MySpace para tersangka ini memang dipenuhi postingan yang berbau rasis. Dikutip detikINET dari CBS, Rabu (29/10/2008), kalimat dan simbol anti kulit hitam bertebaran di sana.
Di halaman MySpacenya, Schlesselman menulis pekerjaannya secara ngawur, yakni 'menjadi rasis'. Tidak ketinggalan dia mengungkap kebanggaannya sebagai kaum kulit putih dan meminta orang kulit hitam agar mewaspadainya.
Tak hanya itu. Schlesselman juga ketahuan memposting video buatan sendiri yang menggambarkan dirinya mengolok-olok orang kulit hitam.
Adapun di profil MySpace tersangka Cowart, antara lain terdapat serangkaian foto pistol. Dari sebuah foto, terlihat juga tato swastika di tubuh Cowart. Seperti diketahui, simbol Nazi itu sering diidentikkan dengan supremasi kulit putih.
Sementara dari hasil penelusuran di dunia maya, terungkap pula bahwa Cowart adalah anggota sebuah forum online terbesar di Amerika dalam soal mengagung-agungkan kekuatan kaum kulit putih.
Rabu, 29 Oktober 2008
Ini Dia Profil Online Calon Pembunuh Obama
Diposting oleh HAMDAN ON BLOG di 22.51 0 komentar
Takut Memberontak, Dibuat Penangkal Serangan Robot
London - Seiring kian canggihnya teknologi robot, skenario bahwa robot bakal memberontak dan menyerang manusia seperti dalam film-film ditakutkan bakal terjadi. Terinspirasi oleh hal ini, sebuah perusahaan di Inggris membesut proyek senjata anti robot untuk mengantisipasi kemungkinan itu.
Perusahaan inovasi teknologi bernama Rainmakers itu membentuk anak usaha bernama WAR Defence (Weapons Against Robots) yang khusus membesut senjata anti robot. Ben Way, miliarder muda yang memimpin Rainmakers mencium peluang bisnis berkenaan dengan kemungkinan para robot bakal membahayakan manusia di masa datang.
"Pemakaian robot di dunia militer makin meningkat. Meski keputusan untuk melakukan penyerangan masih berada di tangan manusia, namun suatu saat, keputusan semacam itu juga akan dibuat bersama dengan robot," tandas Way seperti dilansir The Register dan dikutip detikINET, Jumat (19/9/2008).
Way menambahkan bahwa dalam waktu 15 tahun ke depan, robot akan jamak ditemui di rumah-rumah penduduk untuk berbagai keperluan. Dan dalam 30 tahun mendatang, ia memprediksi bahwa robot bakal punya kemampuan fisik yang sama seperti manusia.
Maka, terdapat risiko besar jika misalnya komputer yang mengendalikan robot mengalami kerusakan sehingga robot dapat membahayakan keamanan manusia. Way pun bertukas bahwa manusia perlu mempunyai kontrol penuh atas robot.
Rencananya, perusahaan WAR Defence tersebut bakal membesut beragam senjata untuk mempertahankan diri dari serangan robot. Namanya misalnya "Autonomous-Against-Autonomous", "Biological-Against-Autonomous" sampai sistem deteksi robot.
Langkah Way untuk memproduksi perangkat pertahanan manusia dari ancaman serangan robot ini didukung akademisi Sheffield University, profesor Noel Sharkey. Ia menyatakan, apa yang dilakukan Way merupakan langkah nyata untuk mengantisipasi ancaman robot di waktu mendatang. Ya, siapa tahu?
Diposting oleh HAMDAN ON BLOG di 22.47 0 komentar
Robot Pelacak Kehidupan di Mars Dekati Ajal
Florida - Robot angkasa Phoenix Lander diterjunkan ke planet Mars untuk mengendus jejak kehidupan. Setelah beraksi di planet merah sekitar 5 bulan lamanya, robot besutan NASA ini bakal dimatikan komponen dayanya satu demi satu dan pada akhirnya akan 'mati' di Mars.
Hal itu terpaksa dilakukan karena matahari kian sedikit bersinar di Mars dan malam di sana semakin panjang. Padahal, Phoenix Lander mengandalkan energi matahari untuk dapat melakukan tugasnya.
Karena itu, untuk meninimalisir asupan energi dan agar Phoenix bisa tetap aktif selama beberapa waktu, hanya sedikit instrumen yang diaktifkan. Demikian dijelaskan oleh Chris Lewicki, Mission Manager Phoenix Lander.
Lewicki pun mengungkap bahwa tim NASA merasa sedih dengan penonaktifan Phoenix ini. Pasalnya, penemuan yang dilakukan Phoenix cukup siginifikan dan melebihi misi-misi NASA sebelumnya.
Seperti dikutip detikINET dari ComputerWorld, Kamis (30/10/2008), salah satu jasa besar Phoenix adalah membuktikan keberadaan air di Mars.
Menjelang waktu kematiannya, kerja Phoenix belum sepenuhnya berakhir. Misalnya, perangkat mikroskop dan instrumen meteorologis untuk mengukur temperatur dan tekanan di atmosfer Mars bakal tetap diaktifkan untuk beberapa waktu.
Diposting oleh HAMDAN ON BLOG di 22.40 0 komentar